
Foto by: DHONI SETIAWAN - Ratusan pengunjung mengatre di depan stand Nexian saat Festival Komputer Indonesia 2009 di Jakarta Convention Center (JCC), Kamis (11/6/2009). Mereka rela berdesakkan demi mendapatkan sebuah ponsel terbaru dengan harga murah.
KOMPAS.com Senin, 18 Januari 2010 | 15:58 WIB- Penjualan ponsel asal China yang membanjiri pasar Tanah Air meledak tak terbendung. Tak hanya distributor yang menangguk untung, penjual ritel yang ada di berbagai pusat penjualan ponsel turut memanen laba. Dalam sebulan terakhir, penjualan ponsel China melonjak sebesar 100 persen. Inilah gambaran mutakhir dampak pemberlakuan China-ASEAN Free Trade Area (ACFTA) di Indonesia. Pengenaan bea masuk hingga 0 persen untuk telepon genggam, yang tergolong produk elektronik, langsung terasa.
Angka penjualan ponsel dari salah satu distributor ponsel China, PT Setia Utama Telesindo, lebih fantastis. Presiden Direktur PT Telesindo Hengky Setiawan mengatakan, penjualan ponsel dari perusahaannya sepanjang 2010 ini naik 300 persen. Pada Desember 2009, Telesindo hanya menual sekitar 30.000 unit. Nah, hingga Jumat (15/1/2010), penjualan Telesindo mencapai 100.000 unit. “Kami perkirakan hingga akhir bulan ini mencapai 200.000 unit,” kata Hengky.
Angka penjualan ini hanya berasal dari satu tipe handphone, P-Phone. Dua minggu lagi, Telesindo akan mendatangkan lima tipe ponsel baru. Hengky yakin, penjualan pada triwulan pertama 2010 bisa menembus 500.000 unit. View full article »